HARI ANTI NARKOBA SEDUNIA

antaranews.com/Dhimas B. Pratama

 

Sebagai wujud keprihatinan sekaligus kepedulian terhadap ancaman bahaya Narkoba, setiap tanggal 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkoba Sedunia. Sebuah peringatan yang penting untuk menyadarkan manusia sedunia untuk membangun solidaritas bangsa-bangsa sedunia, untuk bersama-sama mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

Menurut United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC), sekitar 200 juta orang menggunakan obat-obatan terlarang seperti kokain, ganja, halusinogen, dan opiat di seluruh dunia. Penyalahgunaan dan peredaran gelap obat-obatan terlarang (narkoba) tersebut merupakan kejahatan di masyarakat. Selain itu, timbul permasalahan yang lebih besar terhadap sosial, ekonomi, dan politik yang juga berpengaruh terhadap pembangunan negara.

Melihat ancaman yang timbul dan dampak kualitas hidup yang menurun, pada bulan Desember 1987 Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 26 Juni sebagai International Day against Drug Abuse and Illicit Trafficking (Hari Anti Narkoba Internasional). Selain itu, penetapan hari anti narkoba internasional tersebut juga merupakan upaya untuk mencapai masyarakat internasional bebas dari penyalahgunaan narkoba.

liputan6.com/desi

Narkoba merupakan istilah untuk narkotika, psikotropika, dan bahan berbahaya lainnya. Istilah yang sering digunakan adalah NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya). Menurut Undang-Undang No.22 Tahun 1997 yang dimaksud dengan narkotika meliputi: golongan Opiat (Heroin, Morfin, Madat, dan lain-lain), Golongan Kanabis (Ganja, Hashish), Golongan Koka (Kokain, Crack). Alkohol merupakan minuman yang mengandung etanol (Etil-alkohol), psikotropika menurut Undang-Undang No.5 tahun 1997 meliputi :ecxtasy, shabu-shabu, Isd, obat penenang/obat tidur, obat anti depresi, dan anti psikosis, dan zat adiktif lain termasuk inhalasia (aseton, thinner cat, lem atau glue), nikotin (tembakau), dan kafein (kopi). NAPZA tergolong zat psikoaktif, yaitu zat yang terutama berpengaruh pada otak sehingga menimbulkan perubahan pada perilaku, perasaan, pikiran, persepsi, dan kesadaran.

Indonesia saat ini sudah masuk menjadi negara darurat narkoba. Hal tersebut dikarenakan angka prevalensi penyalahguna narkotika di Indonesia pada survei tahun 2015 mencapai 2,20 persen atau lebih dari 4 juta orang yang terdiri dari penyalahguna coba pakai, teratur pakai, dan pecandu.

Penyalahgunaan zat adalah masalah kesehatan masyarakat yang serius di banyak negara di seluruh dunia. Pemerintah mencoba untuk menghilangkannya dengan merancang undang-undang untuk mengkriminalisasi tipe tertentu dari penyalahgunaan narkoba.

Meskipun undang-undang larangan obat (dan, sampai batas tertentu, karena dari mereka), produksi obat terlarang dan perdagangan berkembang di banyak negara.

Perdagangan obat ilegal diduga terkait dengan tingkat kejahatan kekerasan dan ini juga memiliki efek negatif pada ekonomi nasional. Misalnya, ekonomi banyak negara di Amerika Latin bergantung pada perdagangan narkoba dan pemerintah disana telah mencoba mencegah mereka dari berkembang.

Tujuan Utama Hari Anti Narkoba Internasional didirikan untuk memperkuat aksi dan kerjasama di semua tingkatan untuk membangun masyarakat internasional agar terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Penyalahgunaan obat adalah ancaman serius bagi kesejahteraan dan keselamatan umat manusia yang merusak stabilitas dan menghambat pembangunan berkelanjutan.

 

Sumber:

 

Direktorat Kajian dan Aksi Strategis
Kementerian Sosial dan Politik
BEM FEB UNSOED 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *