Guru Honorer. Profesi atau Pengabdian?

Guru Honorer, Sebuah Profesi atau Pengabdian?
Dalam sebuah lembaga pendidikan yang formal tentu tidak terlepas dari peran guru. Guru
memiliki tanggung jawab serta peran yang sangat penting dalam meningkatkan mutu
pendidikan (Sumber Daya Manusia) sehingga menjadi suatu negara bisa berkembang, maju
dan berdaya saing. Dengan titik pengorbanan pikiran, tenaga, usaha dan jasa guru yang
sangat hebat maka guru perlu dipandang sebagai pekerjaan yang mulia dalam kehidupan
bermasyarakat. Tidak ada yang mampu menyaingi kemulian tanggungjawab dan peran
seorang guru, karena peran dan tanggungjawabnya mampu menjadikan dan mencetak
generasi-genarasi yang bermutu dalam mengembangkan suatu bangsa dan negera.
Selain itu juga, guru mampu menjadikan nilai-nilai kehidupan dan menjadikan seseorang
menjadi manusia yang mempunyai jiwa dan kepribadian yang luhur, bertanggungjawab,
menghargai sesamanya, dan mensyukuri atas nikmat yang dikaruniakan Allah SWT
kepadanya. Sering juga kita dengarkan bahwa guru merupakan sesosok pahlawan tanpa tanda
jasa, mendengar hal tersebut tentunya kita yakin akan hal tersebut karena dari ilmu guru kita
mendapatkan ilmu yang sangat berharga yang tidak mampu dibalas dengan sesuatu apapun.
Dengan demikian, lantas muncul pertanyaan yang mendasar bagi kita tentang bagaimana
tugas, tanggungjawab serta peran dari guru honorer dan apakah seorang guru honorer hanya
sebatas sebuah profesi saja atau sebuah pengabdian?
Guru Honorer Bukan Profesi tapi Pengabdian
Memang guru honorer saat ini banyak yang terjadi tentang berbagai masalah tuntutan
keinginan guru honorer dalam mencapai kesetaraan dan kesejahteraan hidupnya, misalnya
keinginan mereka untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena tuntutan
masalah ketidaksesuaian gaji dengan kesetaraan kesejahteraan hidupnya yang tidak
mencukupi. Padahal ada hal lain yang sangat perlu diketahui oleh para guru honorer juga,
bahwa guru honorer bukanlan sebagai guru yang kaya akan profesi dalam mencapai kepuasan
mata pencaharian saja dan guru tidak hanya sekedar berharap gaji dan uang apalagi fasilitas
tetapi seorang guru merupakan sebuah pengabdian diri dalam mencerdaskan generasi suatu
bangsa sehingga bangsa menjadi bangsa yang maju dan bisa berdaya saing dengan bangsa
dan negara lain.
Saya sangat memaklumi ada sebagian besar guru honorer yang mengeluh soal gaji yang
perbedaan gajinya bagaikan bumi dan langit, tidak cukup untuk menghidupkan keluarga
padahal pengabdian sudah bertahun-tahun. Saya sendiripun mengalami akan hal itu, karena
saya sendiri juga pernah menjadi guru honorer yang tidak mendapatkan tunjangan apapun
kecuali dari gaji mengajar saja di sekolah. Tetapi semuanya yang penting niat yang ikhlas
dalam mengabdikan hidup bagi dunia pendidikan. Yakinlah bahwa Allah Maha Mengetahui
apa yang dikerjakan oleh setiap hambanya dan tidak ada ada hal kebaikan yang tidak sia-sia.
Insya Allah itu akan menjadi amal jariyah bagi guru yang pahalanya terus mengalir.
Sebagai seorang guru honorerpun harus bisa memahami visi guru yang pada intinya yaitu
sebagai pelaku perubahan dan pendidik karakter. Sebagai pelaku perubahan tersebut maka
perlu pemikiran dan strategi dari guru agar mampu menjadi pelaku perubahan dan pendidik
karakter yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, guru harus benar-benar
menatap kembali niatnya dalam menjadi guru dengan visi, tujuan dan tanggungjawab yang
sangat mulia.

Perlu diketahui bahwa guru honorer itu dalam mengajar sebuah pengabdian yang dilakukan
untuk kemanfaatan bagi orang lain. Konsep pengabdian adalah memberikan sepenuhnya apa
yang dimiliki tanpa mengharap secara utuh (di dunia) dari apa yang diberikannya. Karena
menjadi guru adalah sebuah pengabdian dan guru yang berprestasi adalah kebanggaan bagi
bangsa. Pengabdian adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
Pengabdian juga merupakan perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga
sebagai perwujudan dan kesetiaan, cinta, dan kasih sayang atau satu ikatan semua itu
dilakukan dengan ikhlas.
Di dalam jejaring sistem pendidikan yang begitu kompleks, guru honorer berperan sebagai
sentral sama seperti guru yang sudah pegawai negeri sipil. Kualitas guru honorerpun adalah
bagaimana guru yang mengabdi, tak mengenal lelah dan tempat guru mengabdi dengan tulus
mencerdaskan anak bangsa. Karena guru adalah sama yang merupakan pahlawan tanpa tanda
jasa, yang benar-benar berjuang untuk negeri. Kesediaan seorang guru honorer yang
ditempatkan dipelosok adalah pengabdian yang menuntut pengorbanan.
Tanggung jawab guru honorer juga sangat penting dalam merencanakan dan menuntun
murid-murid melakukan kegiatan-kegiatan belajar untuk mencapai pertumbuhan dan
perkembangan yang diinginkan serta mengembangkan kurikulum sekolah. Selain itu
tanggung jawab seorang guru honorer yang dengan membina siswa agar menjadi manusia
berwatak (berkarakter). Mengembangkan watak dan kepribadiaan siswa sehingga mereka
memiliki kebiasaan, sikap dan cita-cita, berpikir dan berbuat, berani dan bertanggung jawab,
ramah dan mau bekerjasama, bertindak atas dasar nilai-nilai moral yang tinggi. Semua jadi
tanggung jawab guru.
Memahami betapa pentingnya peran guru sebagai pilar membangun moral generasi muda
bangsa, maka pribadi unggul pada idealisme guru dalam arti kemurniaan pengabdian untuk
mendidik adalah yang utama. Kita harus sadari bahwa pengabdian seorang guru yang
menjadi kita:
Kita jadi pandai membaca dan menulis, karena siapa ?
Kita jadi tahu karena siapa ?
Kita jadi bisa dibimbing bu guru
Kita jadi bisa dibimbing pak guru
Guru bak pelita penerang dalam gulita
Jasamu tiada tara
Sungguh jasa para guru baik guru yang sudah pegawai negeri sipil maupun guru honorer
tidak bisa dibilang dengan materi, tidak bisa diungkap dengan indahnya untaian mutiara kata,
karena jasa guru tiada tara. Jasa guru yang hadir karena pengabdian yang tulus dengan
kemurnian dan keikhlasan hati. Guru mengabdikan diri kepada Allah SWT, pengabdian diri
kepada masyarakat, pengabdian kepada siswa, dan pengabdian diri kepada keluarga yang
membutuhkan bantuan dalam menggapai beragam ilmu pengetahuan.
Pengabdian kepada masyarakat sebagai warga negara selalu ingin berperan aktif dalam upaya
mencerdaskan anak bangsa dan kehidupan bangsa. Kalau dulu para pahlawan berjuang
dengan mengangkat senjata, sekarang dalam mengisi kemerdekaan, para guru berjuang
mengangkat pena demi mengangkat derajat dan martabat generasi penerus bangsa agar tidak

tertinggal oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Agar dapat bersaing dalam
perputaran roda kehidupan di jaman yang terus maju ini.
Memiliki rasa pengabdian kepada masyarakat. Pendidikan memiliki peran sentral dalam
membangun masyarakat untuk mencapai kemajuan. Guru honorer juga sebagai tenaga
pendidikan memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat tersebut.
Untuk itulah guru honorer dituntut memiliki pengabdian yang tinggi kepada masyarakat
khususnya dalam membelajarkan anak didik. Bekerja atas panggilan hati nurani. Dalam
melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau
panggilan hati nurani. Sehingga guru akan merasa senang dalasem melaksanakan tugas berat
mencerdaskan anak didik.
Pengabdian kepada masyarakat sekitar dengan membantu mengembangkan, mengeksplor,
mengolah kemampuan masyarakat sekitar, dengan memberikan bantuan dan bimbingan
belajar secara cuma-cuma kepada anak-anak generasi bangsa yang masih duduk di bangku
sekolah. Memberikan bimbingan ekstrakurikuler di sekolah agar siswa berkembang secara
afektif dan psikomotorik. Oleh karena itu, pengabdian seorang guru honorer bukan hanya
tuntutan kewajiban secara administratif. Guru honorer juga berkewajiban membantu,
mengfasilitasi siswa untuk mampu mengeksplor kemampuan dirinya sebagai pengabdian
masyarakat.
Dengan demikian, guru honorer bukan hanya berjaskan baju seragam dan kecantikan gelar
profesi saja dan atau untuk bisa mendapatkan gelar nama saja. Melainkan guru honorer juga
mengabdikan diri untuk mencerdaskan dan mencetak generasi-generasi bangsa dan negara
sehingga menjadikan bangsa dan negara yang mampu menyaingi negara-negara maju yang
lainnya.
Selamat Hari Guru Naional! “Jasamu akan kmi kenang selama-lamanya”
Sumber:  lensabima.com

 

Direktorat Pengabdian dan Aksi Strategis
Kementerian Sosial dan Politik
BEM FEB UNSOED 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *